![]() |
| source link Bokerpun pegang hape |
Saya mulai mengenal dunia maya ketika berada di jenjang Junior High School kelas 3.
Waktu itu salah satu guru TIK yang baru saja diangkat menjadi guru kala itu, dia seorang gadis dengan tittle S.T. Dia awalnya mengelkan e-mail kepada kami, mengajarkan apa sebenarnya email itu, bagaimana cara untuk memiliki email, bagaimana pengoperasian dari email. Kemudian merambat kedunia Chat, MRC sebuah room chat yang sangat populer di era tahun 2008 kala itu, Kemudian anak-anak ABG mulai mengenal Friendster , Plurk keduanya merupakan jejaring sosial kembangan dari MRC tapi dengan tampilan lebih kreatif. Dan akhirnya Facebook hadir dengan fasilitas yang kompleks, mulai dari timeline, profil/wall, chat room, dll. Muncul Twitter, BBM, Line, KakaoTalk, Instagram, path, dan keturunan lainnya.
Jangan tanya, saya punya semua akun medsos diatas. Aneh yah kenapa kita mesti punya semua akun ? padahal teman yang kita jumpai itu itu saja. Medsos membuat manusia punya dunia lain, dunia yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Dunia yang dimana apa yang kita lakukan diketahui oleh semua orang, dunia yang mengajarkan kita menjadi detektif handal (stalker), dunia dengan banyak kehebohan didalamnya. Tak dipungkiri dunia maya seolah-olah menjadi ruang temu available everytime bagi pecandunya.
Medsos dapat menyambung kembali silaturahmi yang sempat terputus, namun kadang pula memutuskan silaturahmi. Kadang membuat manusia lupa akan waktu, pekerjaan, pokoknya lupa dengan segalanya. Kadang membuat orang jadi pemberani tapi cemen didunia nyata.
Saya sering mengungkapkan kekesalan, memanjatkan doa, mengumbar-ngumbar kesenangan di dunia maya, padahal kalau dipikir-pikir buat apa yah ? Berdoa itu ya sama Allah SWT, mengeluarkan uneg-uneg, mengumpat ya jangan di medsos karena akan merusak image atau jati diri kamu sendiri.
Penyesalan, yah saya sangat sering mengkritisi hal-hal yang menyimpang yang tidak sesuai dengan hukum rimba yang berlaku, yang tak menjangkau nalarku, saya yaa biasa berorasi di dunia maya. Ketika sudah meng-update status 'orasi' awalnya saya merasa senang karena telah menluapkan tanggapan, dan menggunakan hak bicara dan suara sebagai rakyat sah Indonesia, tapi beberapa saat kemudian saya menyesali perbuatan saya. Bukan karena ada kritikan negatif yang dilayangkan pembaca kepada saya tapi, terlebih kepada saya terlalu gegabah berkata yang tak seharusnya dikatakan didunia maya melainkan di dunia nyata. Karena medsos menyediakan semua rangsangan kesenangan dan tak dipungkiri itu benar.
Saya merasa medsos tengah mengambil alih dunia real kita, Apa jadinya yah kalau pergerakan medsos benar-benar cepat menguasai dunia. Kebayang manusia hanya duduk diam di depan laptop atau gadget lainnya menatap layar kaku sambil menari-narikan jarinya, hidup dengan duduk sepanjang hari.
Aku harap tak terjadi :)





0 komentar:
Posting Komentar