Senin, 12 Januari 2015

Bagaimana Golongan darah mempengaruhi Jodoh


Pada waktu itu giliran dosen pengampuh matakuliah genetika yang memasuki kelas kami yang sebelumnya adalah dosen biologi sel. Matakuliah genetika yang menjadi kewajiban untuk diprogram oleh mahasiswa semester 5 prodi pendidikan biologi sementara mahasiswa semester 3 untuk prodi Biologi murni.
Dosen pengampuh ini wanita berusia 20an tahun, dia dosen yang baru saja diterima mengajar genetika, memiliki suami, 1 orang anak, dan juga calon buah hati kedua yang dibawanya kemana-mana saat ini. Hari ini judulnya, penentuan jenis kelamin. Belajar mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penetuan jenis kelamin organisme, dimana perempuan memiliki kromosom XX sedangkan laki-laki dengan simbol XY. Pasca belajar, saya baru tahu bahwa sebab mengapa hanya perempuan yang bisa menyandang carrier (pembawa sifat) sementara kaum laki-laki tidak. Mengapa kromosom perempuan disimbolkan XX karena X kedua akan menjadi si carrier, yang membawa sifat baik berupa penyakit maupun sifat atosomal yang kemudian diwariskan kepada keturunannya. Kromosom KY pada laki-laki tidak dapat menjadikannya sebagai carrier, sehingga laki-laki yang memperoleh gen sifat autosomal atau penyakit yang dibawa oleh ibunya ketika mengandung akan nampak (tidak tersembunyi). 

Setiap mendalami ilmu biologi, tak henti-hentinya bibir ini berucap subhanaallah sebagaimana kita mengetahui bahwa alam semesta ini diciptakan oleh-Nya. Ada alasan disetiap penciptaannya, seperti mengapa Tuhan menciptakan harimau yang mejadi predator bagi rusa ? itu karena harimau menjadi makhluk penyeimbang populasi bagi rusa. Nah, bagaimana dengan penggolongan darah ? kadang saya bertanya, mengapa Tuhan menciptakan kita dari darah yang warnanya sama, merah. Tapi dalam darah kami memiliki antigen yang berbeda-beda. Penggolongan darah A,B,O,AB berdasarkan antigen dalam darah .

Setelah mempelajari bagaimana golongan darah mempengaruhi silsilh keluarga, saya jadi paham mengapa perkawinan dengan keluarga terdekat akan menimbulkan gen resesif yang dibawa oleh ibu dan bapak akan nampak pada keturunannya, dan menyebabkan penyakit yang diwariskan dari nenek buyut berdampak pada generasi-generasi berikutnya. Golongan darah yang berbeda ternyata dapat menimbulkan banyak dampak negatif jika dua individu melakukan perkawinan dengan golongan darah yang berbeda. Keguguran ketika masa hamil, menyebabkan organisme baru menjadi letal, juga dampak dari perkawinan beda golongan darah. Contohnya perempuan bergolongan darah O sangat sulit mendapatkan keturunan apabila kawin dengan laki-laki bergolongand arah selain O (A,B,AB), kenapa ? karena tidak semua perempuan mampu melawan perbedaan antigen dari laki-laki didalam tubuhnya sehingga menyebabkan keguguran ataupun fetal pada keturunan. 

Mengapa perepuan penting untuk mengecek golongan darah laki-laki yang akan menjadi pasangan hidupnya ? Karena perempuan ditakdirkan untuk mengandung karena dia memiliki kantong rahim (placenta) sehingga harus berjuang keras untuk mempertahankan kehidupan jaban bayi yang dikandungnya, dan itu tidak mudah. Laki-laki boleh saja kawin dengan perempuan yang bergolongan darah beda dengannya karena tidak akan berefek pada dirinya dan jaban bayi karena laki-laki tidak mengandung. 

Selepas belajar genetika, teman-teman dikelas banyak menjadi galau karena pacarnya saat ini memiliki golongan darah yang beda dengannya,,, hahaha lucu juga sih. 
Pesannya jangan alah memilih pasangan hidup, jangan hanya lihat dari luar saja, kalau bisa lakukan cek darah, yang terpenting kita harus mengetahui silsilah keluarganya secara baik dan mengecek riwayat penyakit yang diidapnya.

Sayangi generasimu :p

0 komentar:

Posting Komentar