Terkadang obat mujarab untuk penyakit susah move on adalah berkegiatan banyak, atau banyak kegiatan. Saking banyaknya, hingga hampir setiap malam minggu dihabiskan di kamar kos, sendirian, ditemani dengan laptop dan teman dunia maya. Malam ini kembali lagi ber-satnite ria di kamar kost sambil dengeri siaran radio dari LPM Profesi UNM, yah momen yang tepat untuk request lagu selamat ulang tahunnya Dewi lestari untuk sahabat tercinta, husnaeni yang hari ini berusia 21 tahun. Ada kelucuan singkat dari mention-an antara saya dan si penyiar malam ini yang ternyata adalah tetangga kelas dari jurusan seberang. iya lucunya tuh, waktu dia bales mention gini
B: thx udah request
M: sip :) diputerin ya lagunya
B: ini sementara diputerin :)
M: thx penyiar cantik
B: sama2 cantik
oh funny.. wakwak
B: thx udah request
M: sip :) diputerin ya lagunya
B: ini sementara diputerin :)
M: thx penyiar cantik
B: sama2 cantik
oh funny.. wakwak
Sementara lagu diputerin ada pesan singkat dari husna, ngucapin terimakasih karena telah punya sahabat seperti kami (lisa, saya, fina) uhh aku juga makasih banyak sudah mau jadi sahabat saya, sudah bersabar paling sabar menghadapi saya. huhuh T_T.
Teringat percakapan dua hari lalu dengan salah seorang junior ketika perjalanan ke Himpunan setelah mengisi lambung di depan kampus.
Kak Dwi hebat, mauka seperti kita kak. Mauka belajar sama kita.
saya pun tertawa.
hehehe mau belajar apa dari saya dek ? bukan ja apa2.
Deh kak serius ka ini, mau sekali ka kayak kita.
Saya banyak kekurangan dek, nda ada yang bagus dari diriku.
Astaga kak dwi mungkin kita lihat dirita banyak kekurangan.
Tapi kalau orang lain lihat kita hebat.
Saya kembali tertawa,
Kak Dwi hebat, mauka seperti kita kak. Mauka belajar sama kita.
saya pun tertawa.
hehehe mau belajar apa dari saya dek ? bukan ja apa2.
Deh kak serius ka ini, mau sekali ka kayak kita.
Saya banyak kekurangan dek, nda ada yang bagus dari diriku.
Astaga kak dwi mungkin kita lihat dirita banyak kekurangan.
Tapi kalau orang lain lihat kita hebat.
Saya kembali tertawa,
Entah ini kabar gembira atau kabar buruk. Saya tidak pernah berfikir untuk menjadi orang panutan saat ini. Saya masih belum dewasa, masih sering melangkah gegabah, punya mulut ceplas-ceplos, kalau bicara dan berbuat ngak dipikir, ngambekkan. Bagusnya saya dimana coba ?
Tapi saya merasa orang lain menilai saya hebat dan itu kebanggaan tersendiri, mungkin mereka melihat dari kegigihan saya menjalani kegiatan yang super padat. Tapi untuk saat ini saya belum pantas untuk menjadi orang panutan bagi siapapun.
Semoga dikemudian hari saya yang saat ini adalah nothing bisa menajadi everything.
Amiin




0 komentar:
Posting Komentar