![]() |
| Ilalang Foto: Dwiyana Maharani |
Aku Ilalang...
Orang-orang sering menyamaiku dengan jenis rumput liar lainnya.
Aku santapan lezat para herbivora peliharaan.
Aku Ilalang...
Umurku tak lama, mungkin akan menjadi lebih cepat jika ada yang mencabutiku dengan paksa.
Atau akan menjadi lama jika hanya dibiarkan binasa begitu saja.
Aku Ilalang...
Tumbuh bersama kawanan rumput lainnya.
Jika ke toko bunga tak kau dapati diriku, karena aku bukan mawar atau melati.
Aku Ilalang...
Tak menarik dipandang.
Orang-orang lebih suka berjalan diatas ku daripada menjadikanku hiasa di kebun rumahnya.
Aku Ilalang...
Aku hanya sebatass kuncup tak mekar, maka tak indah.
Tak menarik bukan ?
Kumbang mana yang akan hinggap di tangkai sari ku ?
Mereka hanya sekedar menumpang.
Sekadar melepas lelah setelah bepergian.
Aku Ilalang...
Tak perlu bersolek, sedikitpun tak ubahnya menjadi seperti sekuntum mawar.
Kumbang mana yang enggan merayu ku ?
Aku Ilalang...
Hidup dengan hembusan angin kadang karena jemari nakal manusia.
Aku Ilalang...
Tak perlu menjadi mawar atau melati.
Karena mawar berduri, dan melati tumbuh karena musim.
-Minggu, 10 Mei 2015.





0 komentar:
Posting Komentar