Senin, 29 September 2014

Sore wa daijobudeshou


FOKUS dong!! cukup satu tidak perlu rakus dalam berorganisasi yang penting terlaksana dengan baik.

Itulah kata-kata yang tiap hari menyambut ku. Kata yang pemaknaan sebenarya adalah sindiran kasar yang dihaluskan, betapa tidak, mereka menganggapku rakus organisasi. Sebenarnya bukan itu modus saya mengambil keputusan paling berani ini. Bukan dasar ingin eksis di kampus atau menyombongkan diri, saya begini karena passion. Saya suka berbagi dengan sesama kemudian saya tertarik menjadi volunter di komunitas Istana Anak Ceria sejak saya masih semester satu, dan akhirnya diangkat menjadi ketua di komunitas ini. Suatu kesempatan emas bisa menjadi penggerak dan motivator dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. 

Saya gemar berseni, maka saya menjejal dunia seni budaya dengan mengikuti perekrutan/arthuporia 6 Biro kingdom lab art himabio di semester kedua saya menjadi mahasiswa. Dengan harapan dapat menarikan tarian tradisional bugis-makassar yang menjadi impian saya sejak dahulu. 

LPM BIOma menggetarkan hati ku kembali setelah sekian lama tidak merasakan hal demikian, waktu itu KKE (Keker koding exhibition) 2011 di Gedung Graha Pena Makassar, saya mengecap dunia jurnalistik pelajar untuk pertama kali, mengejar berita selama seminggu, mengikuti workshop jurnalistik, menjadi jurnalistik terbaik di hari ketiga, mengumpulkan berita disetiap akhir kegiatan. ahh kegiatan yang teramat melehkan tapi sangat menyenangkan. Saya kembali ingin merasakan itu disini, awalnya saya tertarik untuk memasuki LPM Profesi UNM yang samar-samar kudengarkan ketika PMB Universitas di awal menjadi mahasiswa, namun sayangnya saya kurang gesit menjemput bola, DJMTD telah berlangsung dan saya tidak mengetahui hal tersebut. Akhirnya kuputuskan untuk berkecimpung di tingkat jurusan saja, kenapa tidak kan ?. Dihari DJMTD bertepatan hari pendiksaran sebagai calon varietas KLA, saya berusaha membujuk ketua himpunan kala itu kanda Anggra Alfian untuk tetap mengikutsertakan ku dalam DJMTD. Kanda Anggra yang notabenenya pernah menjadi Pimpinan Umum di LPM BIOma menyetujui permohonan ku, dan betapa beruntungnya diriku, dalam waktu yang sama saya resmi menjadi aggota dari dua biro yang ada di HIMABIO. Jika saya disuruh memilih antara jurnalistik atau seni, saya tidak ada memilih salah satunya. kenapa ? karena keduanya saling melengkapi. setahun saya mengecap dunia jurnalistik, saya diangkat menjadi sekretaris melanjutkan tongkat estafet mantan Pimpinan Umum kanda Edy Kurniawan digantikan oleh Ainul Fuad. Perjuangan yang teramat keras aku dan teman-teman rasakan diawal kepengurusan.

Setelah setahun yang lalu saya gagal terpilih menjadi pengurus himpunan di mumas ke 23 Himabio, saya kembali mendaftarkan diri di mumas ke 24 dengan harapan ada kesempatan kedua. Bersama 28 orang lainnya, saya terpilih menjadi penerus dari generasi himabio sebelumnya. Dirapat kerja kami , saya mendapat tanggungjawab memengang satu program kerja yaitu di bidang karya tulis ilmiah. jujur, saya sedikit kecewa karena tidak di tempatkan di bagian hubungan masyarakat, karena basic saya bukan di KTI melainkan di humas. Apadaya saya mencoba menjalani. Walau saya pernah menjadi peserta KTI di fakultas kedokteran UNHAS diakhir tahun sekolah namun saya benar-benar bukan jiwa peneliti sampai saat ini saya belum bisa menggerakkan kemauan ku untuk menghasilkan karya tulis ilmiah. 

Pada rapat pengurus kemarin, saya kembali mengingat kata-kata itu. Selama ini saya begitu yakin bisa menyelaraskan semuanya namun yang terjadi saya mendapatkan tamparan keras. Saya gagal mengawal KTI, saya gagal katanya. Betapa kecewanya aku terhadap diri sendiri. Saya merasa saya salah besar menganggap enteng segalanya. Saya merasa sangat marah dengan dirisendiri yang merasakan penyesalan baru-baru ini setelah 8 bulan kepengurusan. Kamu gagal sebelum perang!!!, katanya. Saya menangis, ya saya benar-benar menagis. 

Namun, saya tidak akan begitu saja membiarkan kata-kata GAGAL itu melumpuhkan gerakku, saya akan membuktikan bahwa saya bisa kembali bangkit. Terimakasih atas segala kritikannya :)

Sore wa daijobudeshou--
semua akan baik-baik saja :)

0 komentar:

Posting Komentar