Minggu, 12 Oktober 2014

Manusia kode visualisasi

   Tidak ada komentar     
categories: 
Berdasarkan cara belajar, manusia itu  ada 3  tipe diantaranya, tipe visual, audio, dan gabungan keduanya atau audiovisual.
Pernyataan gamblang dari pemateri sebuah workshop ingin menjadi manusia sukses.

Semua orang punya cara sendiri sebagai salah satu kode diri/tanda pengenal, dari gaya belajar atau memahami sesuatu yang bersifat abstrak seseorang harus memahami karakteristik dominan dirinya jika sehari-hari yang dilakukan 70 % cenderung mendengarkan maka dikategorikan sebagai manusia audio, jika 70% lebih pada menyaksikan maka tergolong dalam kelompok visual, sementara yang menyeimbangi kedunya maka dia hidup dalam kode audiovisual,

Nah, sampai disini apa anda sudah mengenali kode diri anda ?

Saya sendiri adalah satu dari sekian banyak manusia yang termaktub dalam geng visual. Jika saya bertemu dengan orang baru maka wajahnya yang akan terkode dan di simpan rapi dalam memoriku, sementara nama, tidak dicerna baik oleh otak saya.

Contohnya dua tahun silam saya bertemu dengan seseorang, saya ngobrol banyak dengannya. Pasca pertemuan itu saya lupa namanya siapa, tapi saya menghafal raut wajahnya, ekspresi saat dia berbicara, tertawa itu semua terekam sempurna. Barulah sekarang saya mengingat kembali namanya setelah kembali dipertemukan lewat dunia maya.

Pengalaman lain, tapi ini bisa dikatakan pikun yah.. saya sering aja diberitahu sesuatu lewat telepon dan tidak diindahkan dalam waktu kurang dari semenit.
Misalnya ketika lagi berbelanja di supermarket dan salah seorang teman menitipkan barang untuk dibelikan, "Dwi titip face cleaner merek ini 1, lengkeng sekilo, kripik ini 2 bungkus.. blablabla.."
kemudian otak saya memproses informasi yang masuk, kurang dari semenit saya langsung blank.... lupa tadi di suruh titip apa, alhasil balik nelpon teman. Ini nih masalah terbesar saya sebagai manusia visual. Disaat orang lain lebih cerdik mendengarkan, saya malah memilih untuk menyaksikan.

Apakah manusia visual lebih cepat pikun dari pada yang audio ? entahlah...

Tapi, inilah kelebihan yang saya miliki, menurut saya tak banyak orang tergolong dalam visual dibandingkan dengan audio. Seperti di kelas saya saat ini, mereka lebih cenderung menghafal atau memahami dengan mendengarkan celotehan saat perkuliahan. Dan diantara teman-teman kelas (mungkin) hanya saya yang berhasil mengigat lebih banyak wajah-wajah tetangga sebelah... hahaha...


_ditulis ditengah perjalanan matahari senin pagi menyongsong bumi pertiwi.


0 komentar:

Posting Komentar