Jumat, 16 Desember 2016

#4 Edisi KKN : Perempuan-perempuan Kamar 1.


Setelah mengenal empat karakter lelaki tangguh posko SMAN 1 Pasui, selanjutnya mari ku kenalkan wanita-wanita hebat dengan kepribadiaannya masing-masing. Jumlah porsenil posko SMAN 1 Pasui adalah 17 orang dimana 4 orang cowok dan 13 cewek, nah 13 orang tersebut berasal dari 4 jurusan yang berbeda.Diawal kami mendapatkan rumah sebagai tempat bernaung selama tiga bulan kedepan, kami membagi 13 orang kedalam 3 kamar.Kamar pertama yang terletak paling depan yakni bersampingan dengan ruang tamu atau kantor utama kami dihuni oleh Inzan, Ica, Mage, dan Asri. Kamar kedua yang letaknya ditengah berdampingan dengan ruang santai a.k.a ruang serba guna (nonton,karaoke, tiduran, dll), kamar ini dihuni oleh Kak Indri, Kak Irene, Yeni, Tiwi, dan Wiwi, sedangkan kamar paling belakang bersebelahan dengan dapur dihuni oleh Saya, Upi, Wati, dan Riri. 

Singkat cerita, diantara kami ber-13, 3 di antara kami beragama kristen alhamdulillah kami hidup rukun, walaupun adanya perbedaan kepercayaan. Kami saling menghargai dan bertoleransi. Contohnya ketika kami yang beragama muslim hendak menunaikan ibadah shalat magrib sedangkan diantara kami ada yang sedang piket masak, teman non-muslim dengan senang hati mau membantu menggantikan sejenak tugas memasak agar kami bisa ibadah tepat waktu. Hal demikianpun kami lakukan kepada teman yang non-muslim,ketika akan ada perayaan hari Paskah, karena di tempat kami ber-KKN tidak ada Gereja, maka kami dengan senang hati mau mengatar teman-teman kami ke Gereja yang ada di kota Enrekang, FYI, jarak dari desa kami ke kota lumayan jauh loh kira-kira 50 km.

cerita pengabdian ini banyak bumbunya, senang, bahagia, sedih, kecewa, dan adapula pertikaian, yah semua ini menjadikan kami jadi akrab. Perbedaan pendapat itu hal yang sering terjadi ditengah-tengah kami, ketika sedang briefing membahas konsep program kerja ada aja cek-cok sana-sini, bahkan ada yang tidak sehati hingga mengasingkan diri, memusuhi, tapi hingga akhirnya semua baik-baik saja. 

Jauh di lubuk hati saya, mereka adalah keluarga lain ibu bapak, lain suku, lain bahasa, lain karakter yang ku temukan sebagai harta karun , melengkapi hati-hariku dimulai saat hari pertama kami bertemu hingga nanti.

Wanita-wanita Kamar 1:

1. Nur Inzan(Kimia)

Biasa di panggil Injang. Wanita asal Galesong ini diawal keberangkatan dia telat! Bus kami sudah melaju akan meninggalkan kota Makassar, ia malah ,tertinggal beruntung karena Icca, yang saat itu berangkat menggunakan motor bisa mengangkutnya. Hampir saja kamu ditinggal Inzan... hihihi! Pertama saya melihat dia di rapat perdana kami saat itu di pelataran Pinisi UNM, saya langsung teringat pepatah, Don't Judge the Book by it's Movie ! Yah, Inzan itu berpenampilan wanita muslimah, memakai baju terusan, dan jilbab yang menutupi dada. Namun teman, penampilan boleh tertutup tapi kepribadiannya sangat terbuka, dia salah satu mesin pengocok perut, ia pandai mengubah suasana garing-tengang menjadi santai seperti di pantai, asiik. Dia adalah wanita karir, selain kuliah dia punya pekerjaan lain yaitu sebagai tentor di sabuah lembaga bimbingan belajar. Tidak heran ketika mengajar ia mampu berkomunikasi dengan siswa-siswinya dengan sangat mudah dan bisa menaklukkan murid dengan tingkat kenakalan apapun. hahha Salut....! Selama berKKN dia jadi banyak tahu soal masak-memasak, setiap dia telah diajari membuat masakan baru dia pasti pamer ke mamanya. Katanya kalau pulang nanti mau masak buat orang rumahnya. Gengs, Inzan ini orang pertama di Posko kami yang menemukan jodohnya,,, auuuu co cweet... tak lama setelah KKN terdengar kabar bahwa dia akan menikah. Apa ??? kapan Lamarannya ??? ternyata saat KKN dia sudah dilamar,dan dia tidak bilang apa-apa ke kami. Aduhh... injang ckck. But, congratulation yah bebebs, semoga SAMAWA dengan suami. AAMIIN.

2. Ica Marlina Sari(B.Ing)

Wanita asal kabupaten Soppeng ini dulunya adalah anak tunggal,tapi sekarang tidak lagi, dia sudah punya teman bermain di rumah karena setelah KKN mamanya melahirnya seorang anak perempuan bernama Kiya. Akhirnya lahir juga yaah... hehe. Ica ini boleh dikatakan pribadi yang manja, lebih sering manjanya ke Yeni atau Riri. Dia kalau makan sering sepiring berdua dengan Yeni katanya karena dia makannya tidak banyak takut mubassir. "Ipar" panggilan untuk Riri darinya dan sebaliknya, panggilan itu ada bermula karena mereka berdua punya pacar yang seprofesi yaitu Tentara, jadi mereka bersepakat untuk saling membaitkan diri sebagai ipar,, haha ada ada saja. Dia mengaku malas menyetrika pakaiannya, saya pernah bertanya kenapa kemana-mana selalu pakai jilbab Pashmina ? alasannyya karena dia malas menyetrika ckck. Anak ini adalah satu-satunya yang tidak pernah menginjak resting pasui, dia paling malas diajak ngebolang kemana-mana lebih suka di rumah. 

3. Magfirah (Kimia)

Mogo...!!! Hahah... yah Kakak mogo'panggilan kesayangan Pito (Anak ibu posko) Mogo itu diambil dari kata Mage'. Wanita asal Polman ini adalah partner saya yang paling setia di posko alias selama tiga bulan tidak pernah balik ke Makassar haha. Mogo ini orangnya sabar banget dan dewasa. KKN membuat berat badannya bertambah, helloo... nobody get thinner while KKN uh? get fat haha! Ngak gemuk amat, cukup membuat dia kesulitan saat mendak di Rante Mario. Dia dinobatkan sebagai Koordinator seksi acara di kegiatan wilayah yaituu Pekan Raya Pendidikan Buntu Batu, kinerjanya bersama timnya sangat memuaskan, terimakasih Mogo :). Mage pernah bertanya ke saya, "Dwi siapa namanya seniormu yang sipit matanya, baru agak keriting rambutnya sering ku lihat di Himpunan ?"dari pertanyaannya itu saya baru tahu kalau ternyata dia itu pernah jadi pengurus Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) yang sekretariatnya bersebelahan dengan Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO). Dia juga pernah bilang kalau waktu saya jadi pengurus HIMABIO dia sering lihat saya di sekret, tapi saya kok ngak pernah lihat dia yah ? hmm.... Ternyata senior yang dimaksud dengan Mage itu adalah kak Hasrul, saya tahu ketika saya pulang dari posko Potokullin bersama Tiwi waktu itu kami diboncengi Salman dan Fadel. Ketika Salman dan Fadel pamit balik ke poskonya, Mage langsung ngomong "Itu senior mu yang saya maksud dwi!" saya tertawa dan paham memang Kak Hasrul itu punya kemiripan dengan Fadel. 

4. Asriani (Kimia)

Yang paling aku sukai dari wanita asal Bone ini adalah cara dia tertawa, ketika dia tertawa, tawanya menular maksudnyya saya jadi pengen ketawa. Pokoknya dia punya ketawa yang khas hehehe... Asri ini salah satu penghuni posko yang unyu-unyu termasuk saya haha... Selama tiga bulan tinggal bersama dia, yahh kesan yang paling mendalam adalah dia orangnya tidak pernah marah, always happy. Sekarang dia sedang berapa di Pare-Kediri memantapkan diri untuk menjanjutkan studi S2. Sukses yah beb Asri-cuu :)

1 komentar: