Senin, 29 Agustus 2016

#2 Edisi KKN Enrekang : Bertemu Bupati Enrekang.

Pemandanga depan posko


 Hari kedua berada di desa ini saya dan 16 teman lainnya akhirnya punya rumah baru (Posko). Dua rumah, rumah pertama milik bapak Hasbi yang ditinggali oleh 13 perempuan dan rumah kedua milik Bapak Hasbul ditempati oleh 4 orang teman laki-laki. Rumah bapak Hasbi memang sederhana tapi nyaman, tentram dan paling beruntungnya kami adalah pemandangan dari teras rumah ini sangat indah. Bapak Hasbi dan Mama Sari punya tiga orang anak, dua anak perempuannya, Sari dan Eva berkuliah di Makassar sementara anak bungsunya, laki laki bernama Pito masih bersekolah kelas 2 SMP. 

Keramaian menyambut Bupati Enrekang dan rombongan dan penampilan musik bambu

Hari itu adalah hari minggu kebetulan bapak Bupati Enrekang, Muslimin Bando ada Roadshow kecamatan dalam rangka Ulang tahun kabupaten Enrekang. Sore hari kami sudah siap menyambut kedatangan bapak Bupati dan rombongan. Seluruh warga dan kami semua mahasiswa KKN PPL dan KKN Reguler UNM berkumpul di lapangan samping masjid tempat kami kemarin tiba pertama kali,

Ada yang unik dari kampung ini, yaitu kelompok pemain musik bambu, Kelompok pemusik ini katanya cuma ada id kecamatan Buntu batu dan hanya di desa Pasui dan Ledan. Mengagumkan dan apresiasi yang besar untuk pemusik bambu ini yang semuanya adalah bapak-ibu yang umurnya tidak muda lagi. Mereka bersemangat sekali meniup suling dan alat musik lainnya yang terbuat dari bambu. 

Foto bareng Bupati Enrekang
Bersama istri wakil bupati

Riuh kampung ini ketika Bupati dan rombongan tiba, makanan dan minuman berjejeran sepanjang jalan. Kami, Mahasiswa KKN UNM merasa sangat beruntung bisa merasakan momen langka yang hanya terjadi sekali setahun ini. Kami pun tidak mau ketinggalan untuk ikut berfoto dan bersalaman bersama bapak Bupati. Saya tidak mau ketinggalan menuliskan momen ini, saya berinisiatif untuk membuat straight news dan mengirimkan ke media pers kampus LPM Profesi UNM. Dengan ditemani teman yang baru saja saya kenal, Murdia, kami meminta izin ajudan bupati untuk wawancara singkat. 

Kami diberikan waktu hanya dua menit, singkat saja pertanyaan saya, "Kenapa bapak Khusus meminta kepada kampus UNM untuk didatangkan Mahasiswa KKN di Enrekang?" tanyaku kepada beliau. Beliau dengan tegas pun menjawab "Karena kabupaten Enrekang ini adalah kabupaten yang akan berkembang, dan memiliki visi EMAS (lupa kepanjangannya hehe) saya berharap agar adanya mahasiswa KKN UNM bisa membantu masyarakan dan pemerintahan khususnya mengembangkan sumber daya alam, sumber daya manusia dan memajukan pendidikan di Enrekang" jawabnya.

Usai wawancara, kami berdua menikmati kue-kue, gorengan , sarabba yang di sediakan oleh warga dseperti festival makanan lah, nikmatinyaaa. hihihihi...

Muhammad Ikhsan, Mahasiswa Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro UNM 2012

Malam harinya usai makan malam, rapat perdana pun dimulai. Kami ber-17 mencoba untuk saling memahami, dibukalah sesi jujur-jujuran. Semua orang harus mendeskripsikan dirinya dan memberitahukan kepada kami apa yang tidak disukainya. Ketika tiba giliran salah seorang teman bernama Ikhsan, dia adalah teman posko yang paling kalem dan terpolos hehe (piss Ikhsan :D) dengan muka datarnya dia menyampaikan "Saya heran dengan kalian, baru tiga hari kita kenal kalian sudah sangat akrab. saya seperti orang asing yang masuk dikehidupan kalian" Gubraaaaakkkk....ahhahahahah... sontak semua tertawa mendengar ucapan Ikhsan. 

-Berlanjut-

0 komentar:

Posting Komentar