Tentang hujan,
Jika hujan terus mengguyur hari maka desember telah hadir. Hujan memang berkah, menumbuhkan yang tandus, menciptakan kehangatan dalam kedinginan, menghidupkan kembali kenangan yang mati suri, namun ia menyamarkan kedudukan matahari. Hujan di desember berkepanjangan, dengan ritme mendley, kadang sendu kadang berderai. Hujan, datang bersama hadirnya desember.
Tentang kehilangan,
Di desember aku kehilangan. Kehilangan dia yang selalu berkata "Aku selalu ada buatmu". Setelah membaca novel Rindu karya tere liye, saya yakin kehilangan itu tidak mutlak. Bahkan orang yang telah meninggalpun akan kita temui di kemudian hari. Bagaimana dengan kamu ? Akankah kita bertemu kembali ? Jawabannya tentu saja ada waktunya, namun apakah sama rasanya ? Tergantung bagaimana takdir yang terpolakan pada garis tangan. Harus kamu tahu bahwa " kadang-kadang seseorang yang memintamu untuk pergi adalah orang yang benar-benar menginginkanmu".
Tentang penaklukan,
Apakah pernah perasaan takut berubah menjadi rasa cinta ? yaa... mungkin ini jawabannya:
Setiap bepergian keluar daerah, pemandangan sawah, pantai, laut, gunung, sunset, adalah paket lengkap. Ketika memandangi pegunungan, saya selalu saja merasa ngeri karena imajinasi liar yang nampak bodoh. Saya membayangkan jamur amanita, alien, kelembaban, hutan lebat, semua tergambar di novel Dee berjudul Partikel (Supernova). Akhirnya tiba dimana saatnya saya menyangkal semua imajinasi itu. Ketika pertama kali berada di kaki gunung Bawakaraeng, menghirup udara segar pepohonan pinus, melangkah perlahan-lahan menaklukkan trek ekstrim menuju pos 1, saya merasa cinta. Ada perasaan yang terpuaskan ketika mendapati tumbuhan paku dan jamur dimana-mana, aliran air sungai dibeberapa titik, menemui pendaki yang semuanya ramah, bertemu kabut dan terpenting merasa terpuaskan ketika berada diketinggian gunung dan rassa takut itupun terbiaskan.
Tentang IBU,
Selamat hari ibu mom, 22/12/14. Dihari dan tanggal yang sama genap usiamu ke-49 tahun. Cukup terharu ketika saya mendengar suara mu di telepon dan berkata "adik dan kakakmu bawakan saya kue ulangtahun" andai aku ada disana. Ma, aku mungkin adalah anak paling nakal. Terbukti sudah banyak laranganmu ku abaikan, justru ku lakukan. Tapi bukan berarti aku tidak sayang. Aku tidak bilang I love you ma, aku tidak memeluk mu hari itu, tapi aku mencintaimu. Ma, aku belum bisa membalas dan menebus kesalahan-kesalahanku, pernah membuatmu menangis, membuatmu kesepian dirumah, membuatmu merasa rindu berkepanjangan. Ma, Harus tahu aku sedang menabung untuk masa depanku, bukan uang yang ku tabung, tapi ilmu dan pengalaman. Ma, aku selalu ingin bercerita lepas dengan mu, tapi sampai saat ini saya belum bisa, saya sering saja menutup diri. Ma, maafkan aku yah. I Love you...
Tentang peralihan,
Masih terbekas ingatan ketika namaku disebutkan pada deretan nama-nama orang terpilih sebagai pengurus lembaga. Sungguh perasaan luar biasa. Setahun bersama dengan 28 orang lainnya, makan, tidur, masak, cuci piring sama-sama, berbeda pendapat, baku calla, baku gea. Kata mereka para pendahulu, ini adalah keluarga, kita adalah keluarga besar yang terhimpun di lembaga ini. Kita tumbuh seatap. Tak kupungkiri rasa bahagianya ketika pembacaan konsideran pen-demisioneran kepengurusan kami, bahagia karena telah dipertemukan oleh mereka orang-orang hebat, bahagia karena telah berbuat banyak untuk lembaga ini bersama mereka, bahagia karena telah berjuang bersama-sama, saling menguatkan. Tapi kesedihan karena kita kenyataannya harus berhenti sampai disini. Kita 29, telah membuat Bab baru pada buku sejarah HIMABIO FMIPA UNM. Air mata kita pada saat itu adalah bukti cintanya kita kepada lembaga dan kepada satu-sama lain. Terimakasih kalian... :')




0 komentar:
Posting Komentar