Rabu, 21 Mei 2014

Memoar putih abu-abu.

Tepat dua tahun silam, 2012, saya kembali mengulas memori tak terlupakan kala itu kami masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (red_SMA). Dengan perasaan khawatir kurang lebih 300 siswa yang sedang menanti kelulusan tiga tahun menimba Ilmu di tempat yang kami sebut sekolah. Bukan main, alih-alih kami senang bukan kepalang, Alhamdulillah, kami bukan korban keganasan UN, kami menaklukkan UN kala itu, Kami lulus 100% Bapak, Ibu Guru :').


Wajah bahagia kami masih kalah dengan wajah bahagia milik guru-guru kami, mereka tidak corat-coret baju dan pawai keliling kota seperti yang kami lakukan saat itu, tapi mereka menitihkan air mata bahagia, tiga tahun kami bersama mereka, seatap. Banyak kisah yang menggambarkan keakraban kami, dimulai kami mendaftarkan diri kami disekolah ini, orang tua menyerahkan kami sepenuhnya untuk dididik oleh mereka yang punya legalitas berupa sertifikat sebagai status tenaga pendidik. Menduduki bangku pertama kami di sekolah, sadar ngak semasa kita sekolah dulu kita hanya punya 3 bangku + meja yang menjadi hak paten kita, hehe lucu mengingat masa kuliah yang tiap harinya berebut tempat duduk. Seraya kami menggunakan seragam putih abu-abu kami untuk pertama kalinya, kami sama-sama mengkhidmatkan upacara perdana kami berada naungan langit yang tempo itu sangat biru.

Di sekolah ini punya kebiasaan yang unik, seperti adat upacara yang paduan suara diiringi oleh satu pemain keyboard sebut saja pak Anto, beliau adalah suami salah satu guru Biologi kami, ada pula kebiasaan baik yang mungkin sekolah lain tidak punya yaitu celengan jum'at, dimana pengurus mushallah sekolah yang biasa di sebut Irmuhumah mengedarkan celengan dari satu kelas ke kelas lainnya disetiap hari jumat dan hasil celengan itu akan di umumkan di akhir kegiatan upacara, kadang itulah moment yang sangat dinantikan, ketika ada kelas yang tidak memberikan sumbangan se-rupiah pun biasanya karena kelas itu sedang ada kelas olahraga yang mengharuskan mereka tidak berada di kelas pada saat celengan beredar, dan pula ketika beberapa kelas hanya menyumbang paling banyak Rp 2.000 (Biasanya kelas IPS) kami serentak bersorak uhhhhh.....  ada rasa malu ketika kelas kita yang dapat giliran sorakan uuhhhh... 

Keunikan sekolah kami yang lain adalah punya kantin yang namanya unik-unik, seperti kantin bakso dan pangsit sebelah ruang bahasa diberinama kantin manohara , kenapa manohara ? ya katanya sih karena anak-anak ibu kantin cantik-cantik seperti Manohara wkwk... ada juga nih Kantin Pak Allang spesialis mi siram dan bakwan, Pak Allang itu salah satu staff di sekolah yang punya kantin tepat dibelakang kelas XI IPS 2 dan toilet, Biasanya menjadi tempat nongkrong siswa yang pura-pura izin ke toilet padahal lapar -_-.

Dulu kami juga punya pohon cinta, sebenarnya nama itu bukan nama spesies dari pohon itu melainkan kami menamakannya karena pola percabangan pohonnya menyerupai bentuk hati, konon kata kami yang menyet tepat di bawah pohon itu pasti cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.... bede' haha dan ada loh yang pernah coba, tapi tidak ada kebetulan semua mungkin karena yaa.....takdir.

Bercerita sedikit mengenai kelas ku tercinta, kami punya julukan RST (Republik Sepuluh Tiga) kami menganggap kita adalah yang terpilih berada dikelas ini, kala itu kami dipegang oleh salah satu guru Matematika terhebat disekolah itu namanya Pak Imran Kaddas (Almarhum), beliau perokok hebat, hobi bercanda, dan bijaksana. Peraturan disekolah yang sedang berlaku setiap kenaikan kelas akan ada rolling dan juga pernah ketika kami akan naik kelas beberapa diantara kami sedikit tidak suka dengan keberadaan salah satu teman kami, kami mencoba membuat kesepakatan dengan beliau. Beliau sepakat kami tidak dipisahkan tapi beliau tidak sepakat dengan rencana kami untuk mendepak teman kami itu, beliau bilang jangan sampai kalian menyesali keputusan kalian, ingat kalian itu satu dan jangan sampai di masa depan nanti orang yang kalian benci akan menjadi lebih sukses daripada kalian serentak kami mengucapkan maaf kepada beliau.

Kelas XI IPA 3, akhirnya kami tidak berpisah tapi ada 2 teman baru, 1 dikeluarkan karena tidak dapat tertolongkan, 3 lagi masuk dalam kelas IPS, sementara kelas lain totally dapat Rolling besar-besaran. Wali kelas kami saat itu masih dari bidang studi Matematika, Pak Salim, sosok guru teladan, disiplin, dan tidak suka berbasa-basi dengan siswa, beda dengan Alm.Pak Imran.

Menduduki posisi kelas XII, masih berstatus IPA 3, salah satu teman kami harus berpindah kelas naik satu tingkat ke kelas XII IPA 2 kami sering memanggilnya dengan Pippy, dia hobi baca novel dia termasuk dalam salah satu sumber peminjaman novel ku hihi.... Kelas kami terkenal ribut, kompak dan kadang kala beberapa guru yang tadinya killer ketika menghadapi kelas kami malah berubah total menjadi baik. Berdasarkan pengakuan dari junior kelas X dan XI mereka mengacungkan jempol untuk kelas kami, 40% pengurus OSIS ada dalam kelas kami, bukan sombong tapi kami memang selalu bersemangat. oiya... ketika setiap kenaikan kelas kelas lain sibuk mencari ketua kelas baru, kelas kami tidak ! sejak kami kelas X hingga kelas XII ketua kelas kami tetap Muh Sadly biasa kami panggil dia Bunda... kenapa ? yaa gitu deh tebak aja sendiri.... Sadly itu punya banyak fans bahkan pernah buat adik kelas nangis karena cemburu lihat sadly jadi icon kelas kami di hari sumpah pemuda jalan bak model di lapangan sekolah bergandengan dengan teman kami Ayu..

Kami juga punya Duo gendut sang pengocok perut, mereka adalah Badrun dan Eka , mereka terobsesi menjadi peserta L-Men, mereka rutin nge-Gym, ada pula si Arda anak timur dari Biak Papua jika dilihat dia tidak punya muka mirip orang ber koteka sana, konon orang tuanya asli soppeng tapi dia lahir di jayapura karena tuntutan pekerjaan ayahnya.Si Iam kadang di cap paling alay di kelas, putra kebanggan pulau Rajuni, saya kadang ingin bertandang ke pulau kelahirannya itu. dia tinggal bersama ayah dan kedua saudaranya, ibunya sudah meninggal sejak dia masih menjadi bolang, dia punya optimisme yang kuat untuk membanggakan abi nya, dia jago berbahasa inggris saya kadang suka membuat kelompok kecil bersama dia dan ichsan ketika ada tugas bhs.Inggris. Ichsan, teman yang diluar terlihat biasa saja tapi sebenarnya dia istimewah, dialah master of study, dikelas dia yang sering menyandang peringkat pertama, dia berasal dari keluarga yang sederhana, namun tidak menjadi penghalang baginya untuk berprestasi, dia jenius kita juluki dia einstein-nya IPA 3.

Sarah, Agnes mereka sahabat saya sampai sekarang saya masih memegang teguh mereka sebagai sahabat paling top, ras, agama dan strata sosial kami tidak membuat kami luput untuk saling berbagi,  Sarah sarmila begem perempuan berdarah pakistan memiliki ayah seorang dosen , punya 3 saudara perempuan hampir saja dia menjadi anak bungsu kalau saja tidak hadir si Putra di usianya yang menginjak 16 tahun. Dia sosok yang keras, kebanyakan orang bilang dia jutek, tapi menurut saya dia care, baik dan apa adanya. Agnes, perempuan asal tanah toraja, punya 4 saudara, namun sayang kedua adiknya sudah berada dipangkuan Tuhan, perempuan tegar, humoris, pandai berdebat sama dengan sarah... dia yang sekarang menuntut ilmu mempelajari bahasa asing "jerman" dulu ketika dia lulus di jurusan itu semua orang kaget, kenapa bisa ? dia bilang asal pilih jurusan taunya punya lucky disitu, tapi atas dasar apa dia memilih ? seingat ku kita tidak punya mata pelajaran bahasa jerman melainkan bahasa arab... lucu dia.

Dikelas juga ada geng namanya geng Ptynoiss *kayaknya gitu deh* yang jumlah personilnya ada enam orang, mereka adalah Ila, sadly, chandra, Bela, shindy, dan naya. Sampai saat ini persahabatn mereka masih terjalin erat, salut. Ada geng Cantik dengan personil lima orang, dini, audy, hilda, indri, dan ayu. Mereka yang merasa paling cantik, maybe. haha..... dan ada beberapa teman dekat saya sperti indri yusuf, vivi, risma, bily dan teman-teman yang selalu bersama dikala suka duka seatap RST.

Kadang di hari senin saya merindukan setiap momen bersama mereka, bercanda, tertawa, bernyanyi bersama, baku calla, kerja tugas bareng, makan bareng, dan semua hal-hal kecil yang menyenangkan membuatku rindu akan kehidupan kita dahulu. Mimpi-mimpi dan cita-cita kita utarakan di hari-hari terakhir kita berada diruangan IPA 3, ada yang akan melanjutkan studi di perguruan tinggi, langsung bekerja, ada yang pengen nganggur dulu katanya capek belajar terus, ada yang masih ingin menjadi peserta L-MEN makanya fokus untuk menyamai six-pack  nya Ade Ray. Hmmm...... kalian adalah buddies yang terindah yang kumiliki hingga saat ini.

Berharap dapat duduk kembali bersama kalian di suatu tempat dengan keadaan kita yang telah berbeda, dengan menggenggam cita-cita dan pencapaian hebat dalam hidup kita, menajdi lebih dewasa dibanding kala kita masih menjadi status siswa. :)

salamku, peluk kasih untuk kalian :')

0 komentar:

Posting Komentar